SAVE AS PDF
atau kalau ingin mengunjungi situs asli dari microsoft untuk mendapatkan plugin ini silakan klik
Saya sendiri lebih setuju apabila membuang sampah di kenakan denda, namun denda yang diterapkan juga masih dalam batas kewajaran atau kemanusian. Menurut saya pemerintah kurang disiplin dalam membina rakyatnya. Seperti seorang ayah yang membiarkan hidup bebas, namun tau-tau anaknya terjerat kasus narkoba. Bagaimana manusia akan dihargai alam apabila manusia tidak pernah mengargai lingkungan meraka tinggali sendiri. Membuang samapah di semabrang tempat, bahkan di sungai yang menyebabkan terhambatnya aliran sungai di mana pada akhirnya hanya berdampak banjir. Kadang
Tidak hanya sampah bungkuh es jeruk saja yang sering saya lihat, ketika itu saya pernah juga melihat dengan kepala mata saya sendiri seorang ibu-ibu yang menaiki mobil innova di perempatan jalan.wates juga membuang sampah kulit buah aslah dalam jumlah yang cukup banyak, pernah juga saya ketika dalam perjalanan pulang juga melihat seorang kondektur truk pengangkut barang meludah seenaknya di jalanan. Dalam hati saya orang itu punya otak nggak sih. Seandainya ludah yang dibuang tepat mengenai orang lain tentunya sangat menganggu. Masih banyak lagi pengalaman saya melihat orang-orang seperti itu yang membuang asmpah atau ludah di jalanan. Mungkin orang-orang yang seperti ini yang sering saya anggap orang yang memiliki mental egois dan idot. Seakan-akan jalan punya mereka sendiri, saya anggap idiot karena sudah tau sampah kenapa harus dibuang disembarang tempat. Seandainya posisi mereka ketika di jalan kemudian dilempar sampah oleh orang lain tentunya mereka juga akan marah.
Akhir-akhir ini banyak dosen di kampus saya yang sering bahas masalah Globabl Warming. Maklum saja saya Kuliah di di fakultas Geografi, selain itu adanya KTT Iklim di Kopenhagen juga menambah kembali memanasnya isu hangat tentang Global warming yang selalu menarik untuk dibahas. Memang Global Warming menjadi ancaman yang sangat besar bagi kehidupan makhluk hidup yang menempati bumi. Bayangkan saja apabila pemanasan global yang menyebabkan es di kutub terus mencair, tentunya berbagai bencana dalam skala kecil sampai skala besar akan melanda di seluruh dunia.
Memang tidak biasa dielakkan lagi apabila global warming disebabkan oleh faktor manusia. Semakin meningkatnya tingkat ekonomi manusia menyebabkan kebutuhan yang diinginkan semakin banyak. Lihat saja sekarang ini jumlah pemilik kendaraan mobil maupun motor di Indonesia semakin hari semakin bertambah. Jalan raya kini semakin padat. Dahulu waktu masih semester satu perjalanan saya dari rumah menuju kampus kira-kira cukup membuthkan waktu sekitar 35 menit dengan kecepatan rata-rata 69-80 km/jam, namun sekarang waktu tempuh bertambah menjadi sekitar 45 bahkan kadang mencapai 50 menit dengan kecepatan rata-rata 60-80km/jam. Lamanya waktu tempuh saya disebabkan karena macetnya beberapa ruas jalan yang diakibatkan semakin bertambahnya jumlah kendaraan.
Tentunya bertambahnya jumlah kendaraan motor maupun mobil juga mengakibatkan semakin bertambahnya jumlah emisi gas yang akan di hasilkan. Belum lagi semakin pesatnya bidang industri menyebabkan semakin bertambahnya pabrik yang mengakibatkan asap pabrik dan juga limbah pabrik akan bertambah. Banyaknya alih fungsi lahan ataupun hutan untuk dijadikan fasilitas umum maupun proyek swasta tentunya akan mengurangi energi hijau dari pohon-pohon di hutan yang menjadikan pelindung.
Dalam kuliah saya yang membahas global warming tersebut saya semakin sadar mengenai pentingnya kita menjaga bumi kita ini. Jangan sampai kita yang merusak, namu anak cucu kita nantinya yang akan menanggungnya.
Labels: coretan
Produk terbaru dari auteesLabels: -Kaos